Kembali ke Artikel
Selalu Menghidupkan Maulud dan Maulid Nabi Muhammad SAW
12 Aug 2026
•
Admin 27d
Memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. adalah bentuk syukur paling murni atas limpahan rahmat terbesar yang Allah titipkan bagi alam semesta (QS. Al-Anbiya: 107). Bahkan Allah SWT menyeru agar hamba-Nya bergembira atas karunia tersebut (QS. Yunus: 58). Peringatan atas kelahiran Nabi Muhammad SAW. mesti menjadi napas harian yang ada di setiap waktu, di mana pun berada, dan dalam kondisi apa pun.
Penghormatan terhadap hari kelahiran pun diabadikan langsung di dalam Al-Qur'an Surat Maryam ayat 15 dan 33:
وَسَلَٰمٌ عَلَيْهِ يَوْمَ وُلِدَ وَيَوْمَ يَمُوتُ وَيَوْمَ يُبْعَثُ حَيًّا
"Dan kesejahteraan bagi dirinya pada hari lahirnya, pada hari wafatnya, dan pada hari dia dibangkitkan hidup kembali." (QS. Maryam: 15).
وَالسَّلَٰمُ عَلَيَّ يَوْمَ وُلِدْتُّ وَيَوْمَ أَمُوتُ وَيَوْمَ أُبْعَثُ حَيًّا
"Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari kelahiranku, pada hari wafatku, dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali." (QS. Maryam: 33).
Tradisi mulia ini juga dicontohkan langsung oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Ketika ditanya alasan beliau merutinkan puasa sunnah hari Senin, beliau menjawab:
فِيهِ وُلِدْتُ، وَفِيهِ أُنْزِلَ عَلَيَّ
"Di hari itulah aku dilahirkan, dan di hari itulah diturunkan wahyu kepadaku." (HR. Muslim).
Ada makna yang begitu dalam ketika kita menyebut "Maulid" dan "Maulud". Maulid merujuk pada ruang dan waktu kelahiran, sedangkan Maulud merujuk pada yang dilahirkan—yakni sosok Kanjeng Nabi SAW. beserta seluruh ajaran agung yang beliau bawa. Memperingati keduanya berarti menghidupkan kembali "kelahiran" ajaran beliau dalam keseharian kita.
Puncak ajaran tersebut bermula dari wahyu pertama di Gua Hira, yang kemudian mengalir menjadi dua fondasi dzikir: dzikir jahar yang terucap Laa ilaaha illallah (QS. Muhammad: 19), serta dzikir khafi yang terhenyak lembut tanpa suara (QS. Al-A'raf: 205).
Dzikir yang menghidupkan batin ini menancap secara sempurna tatkala didampingi oleh bimbingan (talqin). Seperti yang ditegaskan Imam Al-Ghazali dalam Ihya' Ulumiddin: “Dzikir tidak akan memberikan manfaat yang sempurna kecuali dengan adanya talqin (bimbingan langsung dari seorang guru).” Di titik inilah, proses talqin menjadi peristiwa "Maulid dan Maulud" pribadi—sebuah momen melahirkan kembali cahaya ajaran Nabi bagi seorang hamba.
Sebab, beliau adalah sebaik-baik teladan bagi siapa saja yang mengharapkan keridhaan Allah dan kebaikan di hari akhir (QS. Al-Ahzab: 21). Menyambut Maulud dan Maulid Nabi tahun ini, mari lapangkan diri agar ajaran beliau terus lahir, tumbuh, dan berdenyut dalam setiap helaan napas kita. Selamat memperingati Maulud dan Maulid Nabi Muhammad SAW, 12 Rabiul Awal 1448 H / 25 Agustus 2026 M.